
Setiap hari abis pulang kerja, jika buka TV pasti gw liat dan denger berita tentang sahabat muslim kita di Palestina, yang saat ini lagi berjuang melawan kaum zionis…
Menahan tetesan air mata karena hati tersayat, gw kaga dapat membayangkan bagaimana perasaan rekan-rekan muslim yang ada di sana saat mereka kehilangan ayah, ibu, anak, adik, kaka dan sanak saudara mereka yang mati dihadapan mereka…
PALESTINA LEBIH DARI 60 TAHUN MENDERITA
Lebih dari 60 Tahun rakyat Palestina harus merasakan penderitaan yang cukup berat atas tindakan yang dilakukan oleh Israel, Agresi Militer seolah tidak lagi menjadi suatu kegiatan yang dianggap “wah” bagi sebagian masyarakat Palestina, bisa dikatakan sebagai “makanan” mereka sehari-hari.

SEORANG TENTARA ISRAEL MELUKISKAN KEKEJAMAN
Serangan Libanon pertama saya adalah pada tahun 1986. Saya wajib militer Israel berusia 19 tahun, dan peleton penerjun payung saya dikirim ke suatu desa yang saya lupa namanya…. Kami mendobrak pintu sebuah rumah, memeriksa keluarga di dalamnya, dan mengeluarkan seorang pria berusia separuh baya. Setelah menutup matanya dan mengikat tangannya di belakang punggungnya, kami membawanya ke sebuah jalanan sepi, memaksanya berlutut, dan menaruh senjata di kepalanya, mengancam menembak jika ia tidak bicara. Seorang petugas perdamaian PBB muncul dan mengakhiri insiden itu, tapi masih akan ada lagi yang terjadi.
Hari berikutnya kami melakukan hukuman mati yang tidak masuk akal atas seorang anak Libanon berusia 10 tahun. Kami memaksa keluarganya masuk dapur dan menyeretnya ke samping kebun. Letnan saya memasukkan kepalanya ke dalam kotoran dan saya memukulkan senapan saya ke kepalanya.
Meskipun tentara itu mengancam menembak kepalanya, bocah itu tidak menjawab, tetap membisu…
Saya adalah prajurit pindahan dari satuan lain, dan rekan saya lebih terbiasa dengan aksi seperti ini… Orang desa yang sudah tua, wanita, dan anak kecil dijebak di rumah mereka, diperintah menjalani jam malam 24 jam. Para lelaki mereka dikumpulkan di suatu ruangan terpusat, mata ditutup, dan diseret untuk disidik.
Kebrutalan tak bertanggung jawab ini tak terbatas pada prajurit berpendapatan rendah. Omri, anak seorang pejabat terpandang, suka menembak dengan memberondong orang-orang desa yang mengintip melalui pintu-pintu… Selama serangan bulan-bulan pertama, Israel membunuh 12.000 hingga 15.000 orang dan kehilangan 360. Meskipun korban di pihak Israel itu adalah para prajurit, sebagian besar korban mereka justru orang-orang sipil.
James Ron, penulis artikel ini, asisten profesor sosiologi pada John Hopkins University, adalah seorang penyidik lapangan sebuah kelompok hak asasi manusia. (Boston Globe, 25 Mei 2000)

Rasulullah saw bersabda: “Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya dan jangan mendiamkan. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikannya. Siapa saja yang melapangkan satu kesulitan sesama muslim, niscaya Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi kejelakan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya pada hari kiamat.” (HR.Bukhari dan Muslim)

No comments:
Post a Comment
Shout Your Comment out Loud, guys!!